
Annas menyebutkan dari 9 Puskesmas yang ada, angka prevelensi tertinggi di tahun 2021 dipegang oleh Sungaiselan dengan prevelensi stunting sebesar 13,59 persen.
“Prevelensi stunting berdasarkan data dari E-PPGBM Tahun 2021 mencatat tingkat penyebaran di tiap pukesmas yakni Koba 0,03 persen, Lubuk Besar 4,60 persen, Perlang 3,60 persen, Pengkalan Baru 0,15 persen, Benteng 4,87 persen, Namang 3,48 persen, Sungai Selan 13,59 persen, Lampur 2,14 persen dan Simpang Katis 1,09 persen,” terangnya.
“Upaya pencegahan stunting ini sudah kita lakukan sejak lama, mulai dari pelayanan di posyandu, seperti sosialisasi mengatur pola makanan anak, pola asuh anak, pengecekan ketersedian sumber air bersih, kesehatan dan akan terus kita lanjutkan,” tambahnya.