Tertinggi di Bateng, Tingkat Prevelensi Stunting Sungaiselan Capai 13,59 Persen

    Foto: Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, dr Anas Ma’aruf.(Erwin/intrik.id)

    “Kekurangan gizi pada masa janin dan usia dini akan berdampak pada perkembangan otak rendahnya kemampuan kognitif yang akan mempengaruhi prestasi sekolah dan lainnya, karena itu peranan gizi terutama 1000 HPK sangat penting dalam mengwujudkan derajat kesehatan yang optimal,” ujarnya kepada intrik.id, Rabu (8/6/2022).

    Menurutnya, stunting disebabkan faktor multidimensi yaitu praktek pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan, kurangnya akses ke makanan bergizi, kurangnya akses air bersih dan sanitasi, sehingga penanganannya perlu dilakukan multi sektor.

    “Sayangnya stunting ini acapkali terlambat dikenali, baru dapat dilihat setelah 2 tahun. Parahnya lagi, 1 dari 3 balita di Indonesia mengalami stunting, yang mana hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia dengan angka nasional 37,20 persen,” tuturnya.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook