
“Kami hanya mengajukan ke pihak bank proposal untuk penggunaan bunga bank dari dana Pilkada. Pertama biutikontrs dulu kemudian pleno nentukan bank penampung dana Pilkada. Proposal yang kita diajukan itu, pihak bank dan vendor menghitung nilai dana yang dibutuhkan,” ujarnya.
Diakhir keterangannya Basuni mengutarakan, KPU Bangka tidak juga memilih bank yang menawarkan bunga tinggi, Untuk menampung dana Pilkada .