
“Kegiatan ini juga membahas smart farming (teknologi berbasis android), yang mana dalam segi penyiraman tidak lagi manual dan cukup pakai android, serta ada juga digital farming yang akan kita praktekan,” terangnya.

Kata Sajidin, lewat acara ini pihaknya juga mendapatkan keuntungan, yakni ingin mendekatkan diri dengan pihak pemerintah pusat, hal ini mengingat kekuatan APBD yang terbatas.
“Kita harapkan Kementrian Pertanian bisa memberikan banyak bantuan dan program positif kepada masyarakat, khususnya para petani,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Bateng, Sugianto mengatakan sektor pertanian di Bangka Tengah saat ini sangat potensial, apalagi harga timah sedang turun, sehingga banyak masyarakat yang kembali bertani.