
“Tiap tahun kuota masuk jadi permasalah. Kami gak tau masalahnya dimana. Memang katanya di Provinsi, tapi apakah kita Kabupaten tidak bisa mengusulkan itu. Masak tiap tahun harus demo, ” ucapnya kepada intrik.id, Sabtu (31/5/2025) di Koba.
Dikatakan taufik, masalah sekolah adalah perihal prioritas mulai dari pemerintah pusat hingga ke daerah. Namun, fasilitas ataupun sekolah yang ada belum mampu menampung generasi penerus yang ingin bersekolah.
“Gak semua anak mau SMK. Terus kita juga SMK jauh di Penyak dan Arung dalam. Misalkan anak kita alihkan ke SMK, bagaimana dengan orangtua tak bisa mengantar anaknya dan malah ngasih kendaraan. Naik kendaraan umum kadang penuh dan desakan. Kita sudah harus berfikir jauh, ” tegasnya.
Ia berharap, Bupati dan wakil bupati segera mengusulkan pembangunan SMAN 2 Koba agar pilihan anak-anak untuk melanjutkan ke jenjang SLTA lebih banyak.