
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Masyarakat Bangka Tengah menginginkan pemerintah bisa membangun SMAN 2 di Koba terutama saat 100 hari kerja Algafry sebagai bupati.
Hal ini dikarenakan, setiap tahun kuota SMAN di Bangka Tengah selalu menjadi kendala penerimaan untuk anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikannya.
Bahkan saat ini di ibu kota kabupaten itu tidak ada SMA swasta sebagai alternatif.
Taufik misalnya, warga asal Koba itu sudah mulai mengeluh permasalahan anaknya yang akan masuk ke jenjang SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) karena sudah lulus dari SMP (Sekolah Menengah Pertama).