
“Aktivitas tambang liar di kawasan Merbuk dan sekitar memang sudah berlangsung dari tahun-tahun sebelumnya dan menjadi sorotan. Yang mana pantauan 1 minggu lalu, yang parkir ini ada ratusan ponton, lalu kita gelar himbauan dan sosialisasi agar lebih soft dalam penertiban,” ujar AKBP Aditya, Kamis (5/9/2024).
Ia berharap masyarakat penambanb bisa bekerjasama dalam menjaga agar tidak ada konflik dikemudian hari.
“Area ini abu-abu, nanti kalau kita lengah pasti akan ada lagi aktivitas di lokasi ini, maka kita melakukan tindakan ini dengan cara paling persuasif,” ungkapnya.