Stok Seret, Harga Makin Ngegas!

    Endang Kusniati

    Secara etis dan sosial, kenaikan drastis tersebut memperburuk kerentanan kelompok berpenghasilan rendah. Harga yang terlalu tinggi menciptakan akses yang tidak merata terhadap energi, yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar untuk mobilitas, pendidikan, dan pekerjaan.

    Oleh karena itu, regulasi dan pengawasan distribusi menjadi sangat krusial. Pemerintah daerah perlu melakukan intervensi berbasis data—mulai dari monitoring pasokan SPBU, evaluasi distribusi agen-agen resmi, hingga batas ambang kenaikan harga eceran yang dianggap wajar. Selain itu, diperlukan mekanisme komunikasi publik yang transparan untuk mencegah kepanikan dan pembelian berlebihan.

    Pada akhirnya, krisis BBM di Bangka Belitung tidak boleh dianggap sebagai persoalan rutin tahunan. Ia merupakan indikator adanya kelemahan dalam tata kelola energi dan perlunya kebijakan yang lebih responsif. Selama stok masih seret dan harga di eceran “makin ngegas”, masyarakatlah yang terus menanggung dampaknya. Diperlukan koordinasi yang kuat agar distribusi kembali stabil dan harga tetap berada dalam batas keterjangkauan.

    Pages: 1 2 3Show All
      Ikuti kami di Facebook