Sistem Islam Melindungi Anak dan Perempuan

    Kemiskinan menjadi salah satu faktor terjadinya perdagangan bayi. Dalam sistem sekulerisme, ekonomi kapitalisme menjadi standar untuk memutar roda perekonomian suatu negeri. Dimana ekonomi kapitalisme menciptakan aturan berdasarkan pikiran manusia bukan aturan ilahi. Karena ekonomi kapitalisme meniadakan peran agama dalam mengelolah ekonomi suatu negara. Ini adalah kegagalan pembangun ekonomi kapitalisme. Negeri yang kaya raya sumber daya alamnya dikelola asing merupakan turunan dari sistem ekonomi kapitalisme. Seharusnya dikelola negara dan hasilnya untuk rakyat dengan cuma cuma, namun tidak dalam sistem ekonomi kapitaisme. Investor asing diberi keleluasaan sebesar besarnya untuk berinvestasi dan keuntungannya untuk para investor, sedangkan negara hanya memperoleh sebagian kecil saja. Inilah keniscayaan ekonomi kapitalisme. Jadi hal biasa jika kemiskinan melanda negeri pengadopsi ekonomi kapitalisme.

    Kemiskinan menyebabkan para perempuan banyak berjibaku dengan dunia pekerjaan. Dengan slogan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi serta pemberdayaan ekonomi perempuan dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mengurangi kemiskinan. Akhirnya perempuan banyak menjadi tulang punggung keluarga. banyak perempuan yang bekerja sebagai buruh memenuhi pabrik-pabrik industri. Disisi lain dunia kerja, diluar rumah terlalu kejam untuk perempuan. Tingkat keamanan yang buruk serta perlindungan untuk perempuan pun kurang. Menjadikan perempuan rentan terhadap kejahatan baik bersifat fisik, seperti begal, pelecehan seksual, perampokan dll. Bukan hanya kejahatan fisik, namun mental perempuan pun porak poranda, kebingungan, stres bahkan depresi menghadapi kemiskinan yang tak kunjung selesai karena makin sulitnya pemenuhan kebutuhan hidup. Pernah kita dengar kasus bunuh diri karena kemiskinan dan kasus pencurian susu seorang ibu buat anaknya, bahkan sampai kasus praktek menjual bayi. Sungguh miris, sistem kapitalisme telah merenggut naluri seorang perempuan. Beginilah sistem sekuler kapitalisme yang mencengkeram negeri ini, agama dipinggirkan dari kehidupan sehingga semua tindak kejahatan marak seolah tanpa kendali, termasuk perdagangan anak, bahkan orang tuanya sendiri yang menjualnya. Parahnya lagi, ada peran pegawai pemerintahan yang seharusnya menjadi penjaga dan pelindung masyarakat, malah ikut dalam tindak kejahatan tersebut.

    Dalam sistem kapitalisme penegakan hukum yang tidak membuat jera para sindikat praktek menjual bayi melenggang dengan leluasa. Bahkan ada ditemukan keterlibatan pegawai praktek menjual bayi pada kasus diatas.

    Seperti yang diungkapkan oleh ANGGOTA Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mendesak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menindaklanjuti temuan keterlibatan pegawai Dukcapil dalam sindikasi perdagangan bayi yang terjadi di Bandung, Jawa Barat. Khozin menegaskan, dugaan keterlibatan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang. Ia mengatakan Kemendagri perlu segera melakukan audit di internal Dukcapil.(mediaindonesia.com/18 juli 2025)

    Demikianlah saat aturan Allah tidak dijalankan, yang terjadi adalah fitrah manusia hilang dan akal manusia lenyap, anak-anak tidak berdosa dengan teganya mereka perlakukan seperti barang, demi untuk mendapatkan cuan.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook