Sejarawan dan Keluarga Beri Persetujuan Ilustrasi Wajah Depati Amir

    Musyawarah tersebut menghasilkan persetujuan keluarga terhadap hasil rekonstruksi ilustrasi wajah Depati Amir yang telah melalui proses panjang dan berbasis referensi historis.

    Salah satu rujukan utama dalam proses ini adalah buku “Schilderungen aus Ostindiens Archipel” (1841) karya Franz Epp. Buku ini merupakan kumpulan deskripsi perjalanan dan pengamatan di kepulauan Hindia Timur pada awal abad ke-19. Buku ini diterbitkan tahun 1841, karya ini mencerminkan era ekspansi Eropa di Asia pop Tenggara.

    Datuk Akhmad Elvian menegaskan bahwa rekonstruksi ini telah dilakukan secara hati-hati dengan mengacu pada sumber sejarah yang kredibel serta keterangan dari pihak keluarga.

    “Sebagai sejarawan, saya mengapresiasi komitmen PT Timah yang terus mendukung pelestarian sejarah. Setelah lebih dari tujuh tahun Depati Amir dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, kini dilakukan penguatan melalui rekonstruksi ilustrasi wajah yang telah mendapat persetujuan keluarga di Kupang,” ujarnya.

    Ia berharap hasil rekonstruksi tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan pengajuan ke Kementerian Sosial Republik Indonesia.

    Perwakilan keluarga, Dewi Sulita Bahren, mengungkapkan rasa haru saat melihat hasil rekonstruksi yang dinilai lebih realistis dibandingkan gambar yang selama ini beredar.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook