Saham IPO Tak Selalu Cuan, BEI Ingatkan Investor Jangan Terjebak Euforia Hari Pertama

    Caption: Grafik investasi dalam bursa saham. (Ilustrasi)

    Penggunaan dana hasil IPO juga menjadi bagian yang perlu dicermati. Dana tersebut dapat digunakan untuk ekspansi, belanja modal, pembayaran utang maupun kebutuhan lain sesuai rencana perusahaan.

    Tidak berhenti pada prospektus, investor juga perlu memantau penggunaan dana setelah perusahaan tercatat melalui Laporan Realisasi Penggunaan Dana (LRPD), sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 40 Tahun 2025 tentang Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.

    Selain itu, investor perlu memahami bagaimana perusahaan menghasilkan pendapatan.

    Target pasar, sumber pendapatan, keunggulan kompetitif dan strategi pengembangan bisnis menjadi sejumlah aspek yang dapat diperhatikan. Prospek industri tempat perusahaan beroperasi juga perlu dilihat karena kondisi sektor turut memengaruhi ruang pertumbuhan perusahaan.

    Harga Murah Belum Tentu Murah

    Hal lain yang tak kalah penting adalah valuasi.

    Harga saham yang ditawarkan dalam IPO tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran untuk menentukan apakah saham tersebut murah atau mahal.

    Investor perlu melihat harga tersebut dalam kaitannya dengan fundamental dan nilai perusahaan. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah membandingkan valuasi dengan perusahaan tercatat lain yang memiliki karakteristik atau bergerak pada sektor serupa.

    Sejumlah rasio seperti Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) dapat menjadi bahan pertimbangan dengan tetap memperhatikan karakteristik masing-masing perusahaan.

    Dengan demikian, fokus investor bukan semata mencari saham dengan harga penawaran rendah, tetapi melihat apakah harga tersebut sebanding dengan fundamental dan potensi pertumbuhan perusahaan.

    IPO Tetap Punya Risiko

    Sebagai perusahaan yang baru memasuki pasar modal, emiten hasil IPO tetap menghadapi berbagai risiko, baik yang berasal dari internal perusahaan maupun perubahan kondisi ekonomi dan industri.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook