
Meskipun begitu ia menegaskan tidak sembarang menentukan jenis rapid yang akan diberikan ke pasien.
“Kita ada tim asesmen yang standby di rumah sakit jadi diteliti dulu, ketika memang ada kontak dengan pasien positif maka baru kita swab PCR,” terang dr Yogi.
Ia juga mengatakan untuk biaya rapid tersebut tidak dibebankan kepada masyarakat karena akan ditanggung oleh pemerintah.