Reklamasi Bekas Tambang Timah Menjadi Desa Berbasis Pertanian Terpadu

    Foto: Miftahul Jannah

    Untuk mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas penambangan dilakukan upaya pemanfaatan lahan bekas tambang dengan tujuan melakukan perbaikan lingkungan melalui pembangunan desa reklamasi berbasis pertanian terpadu. Selain itu di lahan bekas tambang terdapat genangan air yang disebut kolong yang kurang dimanfaatkan secara maksimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diterapkan sistem akuaponik yang memadukan perikanan dan pertanian dalam pemanfaatan air kolong.

    Dalam pemanfaatan kolong secara produktif untuk budidaya perlu dilakukan penetralan pH air. Kolong dibagi menjadi tiga berdasarkan usianya, yaitu kolong muda, kolong menengah atau sedang, dan kolong tua. Kolong tua merupakan kolong yang kondisi biogeofisik yang sudah normal dan memiliki pH antara 5,5 – 7 dengan kandungan logam berat di kolom air yang rendah. Maka dari itu, lokasi yang dipilih sebagai tempat desa reklamasi diprioritaskan pada daerah yang mempunyai kolong tua.

    Selain bertujuan untuk mengatasi permasalahan lingkungan, desa reklamasi juga hadir sebagai inovasi baru yang memberikan solusi untuk masalah perekonomian masyarakat. Untuk itu kontribusi masyarakat sangat dibutuhkan dalam pengelolaan desa reklamasi berbasis pertanian terpadu. Masyarakat berperan sebagai penggerak desa yang menjalankan sistem pertanian terpadu. Adapun kelompok masyarakat yang diutamakan yaitu anggota kelompok tani dikarenakan wawasan dan pengalaman yang sudah diterapkan dalam bidang pertanian. Untuk kesuksesan program ini juga diperlukan kerja sama dengan pemerintah dan lembaga terkait, seperti PT Timah. Kolaborasi yang baik tentunya akan mampu mewujudkan pembangunan desa reklamasi yang berkelanjutan.

    Dengan adanya kegiatan reklamasi bekas lahan tambang timah menjadi desa yang berbasis pertanian terpadu ini, diharapkan nantinya lahan bekas tambang di Kepulauan Bangka Belitung akan berkurang dan bermanfaat terutama dalam mengatasi masalah perekonomian masyarakat yang kian menurun akibat jumlah timah yang semakin berkurang. Selain itu, diharapkan juga dengan hadirnya desa ini dapat menjadi instrumen pemasukan ekonomi pembangunan daerah khususnya di Kepulauan Bangka Belitung, dikarenakan nantinya sebagian masyarakat yang sudah tidak lagi menjadi penembang timah akan beralih profesi menjadi petani dalam menjalankan roda penggerak desa ini.

    Selain itu juga, diharapkan adanya dukungan dan kerja sama antara pemerintah dengan pihak yang berwenangan serta masyarakat setempat, dalam pembangunan desa ini, karena jika bukan dari pemerintah, pihak yang berwenang, dan masyarakat setempat lalu siapa lagi yang akan melanjutkan serta menjaga terutama di bumi Kepulauan Bangka Belitung ini.

    Pages: 1 2 3Show All
      Ikuti kami di Facebook