
Namun, kejutan sesungguhnya terletak pada kehadiran lensa telefoto periskop 50 MP. Sekedar informasi bahwa teknologi periskop biasanya eksklusif untuk ponsel kasta tertinggi (flagship) karena biaya produksinya mahal dan desainnya yang memakan ruang. Dengan adanya lensa ini, K100 mampu melakukan zoom optik jarak jauh dengan kualitas tetap jernih dan minim noise. Langkah Xiaomi ini seolah mendobrak batasan tradisional yang selama ini menjadi kelemahan ponsel midrange.
Baca juga: Xiaomi Book Pro 14 2026 Meluncur dengan Desain Ringan dan Performa Tinggi
Xiaomi tampaknya ingin memberikan paket lengkap pada Redmi K100. Selain jeroan yang kencang dan kamera canggih, aspek Audio dan Haptic Feedback juga mendapat perhatian khusus. Pihak internal kabarnya telah mengonfirmasi bahwa kualitas speaker dan getaran responsif (haptic) menjadi fokus utama dalam pengembangan kali ini.
Peningkatan ini sangat krusial bagi kenyamanan pengguna, terutama saat bermain game atau menikmati konten multimedia. Dengan sistem haptic yang lebih presisi, interaksi sentuhan pada layar akan terasa lebih hidup dan premium. Tentunya serupa dengan pengalaman menggunakan ponsel harga belasan juta rupiah.
Rumor yang tak kalah menarik adalah kehadiran varian tambahan yang banyak orang sebut sebagai model “High-Definition”. Meskipun detailnya masih tertutup rapat, banyak spekulasi menyebutkan varian ini akan mengusung panel layar dengan resolusi lebih tinggi (mungkin mencapai 2K+). Selain itu, konfigurasi memorinya lebih lega. Strategi ini menunjukkan ambisi Xiaomi untuk mencakup spektrum konsumen lebih luas, mulai dari pencari performa murni hingga penikmat visual tingkat tinggi.