Puluhan Guru Ikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia

    “Kita harus bersyukur karena kita memiliki bahasa persatuan. Jika kita lihat di Papua Nugini, mereka susah karena tidak ada bahasa persatuannya. Jika kita tidak ada bahasa persatuan, kita daerah Melayu akan susah berkomunikasi dengan orang Jawa,” ungkapnya.

    Untuk itu, ia mengajak agar masyarakat berbagai elemen untuk terus mengasah diri dalam meningkatkan kemahiran dalam berbahasa Indonesia.

    “Kemahiran bahasa Indonesia ini bukan hanya untuk guru tapi siswa termasuk juga wartawan karena tulisannya banyak dibaca orang lain,” tegas wali kota yang akrab disapa Prof Udin itu.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook