
“Perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan global yang semakin terukur dan dapat diperbandingkan. Dengan data yang kuat, konsisten, dan selaras dengan standar global, laporan keberlanjutan dapat menjadi alat strategis bagi organisasi,” ujarnya.
Prof. Bambang juga menegaskan bahwa laporan keberlanjutan menjadi indikator kesiapan perusahaan menghadapi transisi ekonomi dan tantangan keberlanjutan di masa depan.
Ia menyampaikan bahwa ASRRAT berperan penting sebagai mekanisme penilaian independen yang membantu peningkatan kualitas laporan keberlanjutan dari tahun ke tahun.
Sementara itu, Chairperson ICSP dan Chairperson ASRRAT Jury Committee 2025, Prof. Sylvia Veronica Siregar, memaparkan bahwa tim juri mencatat peningkatan kualitas penyusunan laporan keberlanjutan peserta pada tahun ini.
Ia menegaskan bahwa penilaian tetap berpedoman pada GRI Standards 2021 dan regulasi relevan OJK, dengan fokus pada kelengkapan, keseimbangan, serta akurasi pelaporan.
“ASRRAT 2025 digelar sebagai wadah apresiasi, pembelajaran, dan refleksi atas perkembangan laporan keberlanjutan di Asia. Melalui rating dan penyampaian feedback seperti scorecard, ASRRAT mendorong peningkatan kualitas laporan secara konsisten dari tahun ke tahun,” katanya.