
Ia menjelaskan pembangunan itu dilaksanakan di 2028 saat semua perizinan serta mitigasi resiko sudah sesuai standar internasional yang diawasi oleh Badan Pengelolaan Tenaga Nuklir (Bapeten).
“Kalau semua perizinan sudah didapatkan dan semua tahapan evaluasi selesai kemungkinan 2028 dibangun dan selesai di 2032. Tapi ingat, tidak semudah itu juga. Kami harus memenuhi semua standar operasional dengan tingkat keamanan internasional,” tegasnya.
“Kalau mungkin ada narasi-narasi kami paksa bangun gak ada ya. Kami akan selalu ikuti semua prosedur sesuai peraturan yang berlaku dan kami juga meminta dukungan semua pihak,” lanjut Dhita.