PT Perminas Jajaki Kerjasama ke UBB

    Kasrin menyampaikan bahwa salah satu mandat utama perusahaan saat ini adalah pengembangan logam tanah jarang. Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah lama melakukan proses pengolahan menuju logam individu, namun hingga kini masih berada pada tahap laboratorium dan riset serta belum berskala komersial. Ke depan, PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) berencana mendorong hilirisasi melalui pembangunan fasilitas awal (groundbreaking) yang dijadwalkan pada 20 April 2026 di Tanjung Ular, Mentok, Bangka Barat. Inisiatif ini menjadi cikal bakal pengembangan industri logam tanah jarang, sekaligus mencakup pengelolaan mineral strategis dan kritis, termasuk material radioaktif dalam kerangka pengembangan teknologi energi masa depan.

    Eka Sari Wijianti menyatakan kesiapan pihak fakultas untuk bersinergi dengan Perminas. Ia mengakui bahwa UBB masih memiliki keterbatasan sarana, prasarana, serta sumber daya, namun secara bertahap terus meningkatkan kompetensi melalui kerja sama dan pelatihan sertifikasi. Menurutnya, peluang kolaborasi riset bersama industri menjadi hal yang sangat penting dan bernilai strategis, baik bagi dosen maupun mahasiswa dalam meningkatkan kualitas akademik dan pengalaman praktis.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook