PT Bangka Tengah Sawitindo Buka Suara Setelah Rencana Pembangunan Pabrik CPO Ditolak Warga

    Caption: Proses sosialisasi PT Bangka Tengah Sawitindo bersama warga desa Puput.

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Usai rencana pembangunan pabrik CPO ditolak warga Desa Puput Kabupaten Bangka Tengah, PT Bangka Tengah Sawitindo buka suara.

    Melalui juru bicaranya, Dedi mengatakan pihaknya akan menampung masukan dan kritikan masyarakat agar tidak menimbulkan masalah.

    “Kami sangat mengapresiasi dengan pemikiran kritis masyarakat tentang lingkungan. Dan kami akan tampung dulu sembari kami akan kembali menyusun ulang pertemuan untuk warga agar tak terjadi salah paham,” ungkapnya di Koba, Senin (1/12/2025).

    Ia menegaskan masyarakat tidak menolak pembangunan pabrik CPO tersebut namun hanya khawatir akan dampak lingkungan yang diakibatkan kedepan.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kami bekerja sesuai regulasi. Jadi masyarakat jangan khawatir ataupun merasa takut. Segala perizinan dan juga operasionalnya pasti tidak menyalahi aturan. Mulai dari dampak lingkungan sampai dengan aktivitas yang pasti tidak mengganggu warga, ” tegasnya.

    Dedi juga menyebutkan, jika pabrik CPO yang akan dibangun sampai saat ini belum ada kendala perizinan sama sekali. Entah itu dari pemerintah daerah, provinsi maupun pusat.

    “Sampai saat ini perizinan kami tak ada kendala. Itu komitmen kami dalam menjalankan regulasi yang ada. Intinya kami tidak akan menyalahi aturan apalagi sampai merusak lingkungan, ” ujarnya.

    “Kami juga akan memprioritaskan pegawai dari masyarakat Desa Puput, tidak akan mencemari lingkungan, mensejahterakan masyarakat, mengantisipasi segala bentuk kebisingan dan juga bau dari operasional. Semua sudah kami perhitungkan, ” lanjutnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Terkait penolakan karena dekat dengan pemukiman, Pihak PT Bangka Tengah Sawitindo akan kembali berdiskusi dengan masyarakat dan pemerintah karena semuanya sudah sesuai aturan.

    “Nanti kami akan kembali diskusi dan mengundang masyarakat serta stakeholder terkait. Intinya kami berkomitmen dalam mematuhi regulasi, ” tuturnya.

    Disisi lain, Bakew yang merupakan warga Desa Puput tidak menolak adanya pabrik CPO berdiri ataupun investor lainnya. Namun jangan terlalu dekat dengan pemukiman dan juga harusmenjaga lingkungan.

    “Kalau kami sebenarnya tidak menolak asal gak dekat pemukiman, terus pegawai dari warga Puput, lingkungan dijaga, semua izin sesuai dan operasional jika izin keluar juga prosedurnya tetap jalan. Kami pasti menyambut baik semua investor bukan cuma CPO, ” tegasnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Borong 9 Medali di Kejurprov, Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum Porprov 2026

    Borong 9 Medali di Kejurprov, Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum Porprov 2026

    Erlina Borong Tiga Medali untuk Bangka Tengah, Buktikan Semangat Bertanding Tak Kenal Usia

    Erlina Borong Tiga Medali untuk Bangka Tengah, Buktikan Semangat Bertanding Tak Kenal Usia

    Farli Pecahkan Kebuntuan, Sumbang Emas Pertama Bangka Tengah di Kejurprov Panahan Babel

    Farli Pecahkan Kebuntuan, Sumbang Emas Pertama Bangka Tengah di Kejurprov Panahan Babel

    25 Atlet Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum di Kejurprov Babel 2026

    25 Atlet Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum di Kejurprov Babel 2026

    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    Aklamasi, Andrian Samallo Warnai Kebangkitan PWI Bangka Tengah

    Aklamasi, Andrian Samallo Warnai Kebangkitan PWI Bangka Tengah