
“Kami melihat tambang rakyat tarik ulur menjadi kepentingan, yang jadi korban bukan kordinator tapi para penambang. Mereka bekerja atas instruksi dari Koordinator. Sepekan ini kami banyak terima laporan dari para kolektor, penambang banyak oknum wartawan online melakukan intimidasi, kami dari ASTRADA Bangka dan FP3K akan gelar aksi,” tutup Ratno.