
BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Semrawutnya tata kelola pertambangan timah di provinsi Babel, seperti Pekerjaan Rumah ( PR ) yang tidak kunjung selesai. Konflik kepentingan seolah menjadi soal yang sulit untuk dijawab dalam PR tersebut.
Sejumlah pihak tertentu semangkin berangus membuat PR menjadi perpanjangan waktu. Muncul pepatah menyebutkan PR tak terjawab RP ( Rupiah ) pun lenyap.
Fenomena benang kusut pertambangan timah di Provinsi Babel, mendapat komentar dari Dua organisasi. Bukan kaleng – kaleng kedua organisasi tersebut yakni Forum Pemerhati Pertambangan, Perkebunan, Kehutanan ( FP3K Bangka dan ASTRADA Bangka).
Menurut ketua FP3K Bangka Gustari Praktek Kordinasi menjadi Biang masalah tata kelola pertambangan.