Petani Sawit Desa Mapur Sampaikan Aspirasi, Minta Jalur Khusus

    Caption : Petani sawit Desa Mapur Sampaikan Aspirasi di depan kantor PT. GPL

    Menurut pengalaman Naga, jika antrian terlalu lama menyebabkan TBS mengalami restan. Akibatnya TBS yang restan dikembalikan bisa mengurangi omset.

    “700 ton buah sawit itu belum semua punya petani panen, kalau nanti panen bisa ribuan ton, jika antrian lama jadi hambatan buah sawit bisa restan. Satu bulan lalu banyak buah sawit petani desa Mapur dikembalikan. Kami berharap dengan keberadaan pabrik di desa Mapur buah sawit bisa masuk tanpa restan, jalur cepat satu jam bongkar,” pintanya.

    Masih kata Naga keberadaan pabrik PT. GPL masuk administrasi Desa Mapur, saat mendirikan perkebunan dan pabrik warga mendukung. Untuk itu pihaknya meminta agar dibentuk jalur khusus.

    “Dari awal pendirian pabrik PT. GPL warga mendukung, maksud kami beri lah sedikit kebanggaan agar warga bisa sejahtera. Kemarin cukup banyak buah sawit dikembalikan , termasuk buah sawit saya, intinya manajemen penerimaan buah sawit terlalu ribet,” ujarnya.

    Menanggapi aspirasi petani sawit Desa Mapur, kepala kantor PT. GPL wilayah Bangka Adiansyah menyebutkan pihak perusahaan ada aturannya.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook