
BANGKA. RIAU SILIP. INTRIK. ID – Seiring perjalanan waktu perkembangan perkebunan kelapa sawit rakyat, khusus di Kabupaten Bangka mengalami peningkatan. Akibatnya produksi Tandan Buah Sawit ( TBS ) ikut meningkatkan.
Kapasitas tampung pabrik pengolahan CPO terbatas, kondisi ini menimbulkan masalah baru. Sistem antrian masuk TBS ke pabrik salah satu cara mengatasi lonjakan produksi TBS. Fenomena ini terjadi di Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, dimana PT. Gunung Pelawan Lestari ( PT. GPL ) sebagai pihak pengelola CPO memberlakukan sistem antrian dimaksud.
Antrian terlalu lama berdampak pada kualitas TBS, akibat terjadinya restan TBS. Menyikapi aturan tersebut sejumlah petani sawit Desa Mapur mendatangi manajemen PT. GPL untuk sampai aspirasinya, Rabu ( 2/8/2023) pagi.
Naga warga setempat mewakili petani sawit, meminta agar manajemen PT. GPL memberi Jalur khusus masuk TBS ke Pabrik bagi petani Sawit Desa Mapur.
“Desa Mapur terdiri dari 788 KK, sekitar 70 persen petani Sawit, seluruh buah sawit itu dibawa ke PT .GPL satu bulan 700 ton untuk diolah. Namun terkendala soal antrian masuk buah sawit, mengingat Pabrik olah berada di Desa Mapur, kami berharap ada kemudahan jalur khusus untuk petani sawit desa Mapur tanpa antrian lama ,” ungkapnya.