
“Sebenarnya kita dari awal sudah ada aturan , petani ESA dan umum pola antrian masuk TBS kita lakukan 4 truk Petani ESA, satu truk Petani umum. Dulu produksi buah sawit Desa Mapur hanya 10 truk, sekarang minat masyarakat berkebun sawit dan produksi buah sudah banyak faktor ini jadi pemicu,” kata Adiansyah.
Kepala kantor PT. GPL cabang Bangka Adiansyah juga mengutarakan, kalau pihak Perusahaan juga membina petani sawit diluar program plasma.
” Kita dari perusahaan juga membina petani ESA menyampaikan bagaimana sistim budidaya sawit, tidak gunakan pembakaran dalam buka lahan.Petani ESA ini petani dibina perusahaan diluar program plasma. Intinya ada peningkatan produksi buah sawit hingga terjadi penyampaian aspirasi petani sawit, terkait aspirasi masyarakat kita tinjau ulang nanti akan kita sampaikan dengan pimpinan,” tutupnya.