
“Kita ingin masyarakat khususnya perangkat desa, tokoh-tokoh masyarakat, agama dan pemuda, mengenali dan peduli pada lingkungan sendiri, mewaspadai potensi-potensi intoleransi, radikalisme dan yang mungkin muncul di sekitar kita,” ungkapnya.
Ia mengatakan melalui tradisi dan budaya bisa menangkal sikap intoleran, radikal dan terorisme di daerah.
“Seperti adat Nganggung yang kita gelar ini merupakan kearifan lokal Babel yang bisa menjadi kegiatan memperkuat silaturahmi masyarakat kita,” sebutnya.