
BANGKA TENGAH, INTRIK.ID – Semangat kepedulian sosial ditunjukkan kalangan pemuda di Kabupaten Bangka Tengah. Gabungan komunitas kepemudaan menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “Gerakan Pemuda Peduli” dengan mengadakan penggalangan dana selama dua hari, 21-22 Agustus 2026, di area Event Kobalorasi yang berlangsung di Koba.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pemuda untuk mengajak masyarakat berpartisipasi membantu sesama, baik bagi korban bencana gempa di luar daerah maupun masyarakat Bangka Tengah yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi dan sosial.
Ketua Panitia Gerakan Pemuda Peduli, Riyan, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap kondisi sosial yang terjadi di sekitar mereka.
“Ini adalah wujud kepedulian kami sebagai pemuda. Kami ingin hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Riyan, bantuan yang dihimpun tidak hanya difokuskan untuk korban bencana alam, tetapi juga diperuntukkan bagi masyarakat Bangka Tengah yang membutuhkan uluran tangan.
“Gerakan Pemuda Peduli ini tidak hanya untuk saudara kita yang terdampak gempa di luar daerah. Kami juga menggalang dana untuk masyarakat Bangka Tengah yang saat ini membutuhkan bantuan dan perhatian bersama,” jelasnya.
Panitia memastikan seluruh bantuan yang terkumpul akan disalurkan secara transparan dan tepat sasaran. Dalam proses penyalurannya, mereka akan berkoordinasi dengan Lazismu serta perwakilan komunitas yang terlibat dalam gerakan tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada para donatur.
Pemilihan Event Kobalorasi sebagai lokasi penggalangan dana juga bukan tanpa alasan. Event yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan anak muda itu dinilai mampu menjangkau lebih banyak orang sehingga semangat berbagi dapat menyebar lebih luas.
Melalui Gerakan Pemuda Peduli, para pemuda mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas, pelaku usaha hingga pengunjung Kobalorasi untuk ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Mari bersama kita ringankan beban saudara-saudara kita. Datang ke booth Gerakan Pemuda Peduli di Event Kobalorasi pada 21-22 Agustus. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” ajak Riyan.
Ia berharap gerakan ini tidak hanya menghasilkan bantuan materi, tetapi juga mampu menumbuhkan budaya gotong royong dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda Bangka Tengah.
Gerakan Pemuda Peduli menjadi bukti bahwa di tengah berbagai tantangan sosial, masih banyak anak muda yang memilih bergerak dan mengambil peran untuk membantu sesama.
“Pemuda Bangka Tengah bergerak untuk sesama. Datang, berdonasi, dan sebarkan kebaikan. Karena peduli itu keren,” tutupnya.