
INTRIK.ID, BANGKA – Kemerdekaan Indonesia tak hanya lahir dari perjuangan di medan perang. Pers juga memiliki jejak penting dalam mengabarkan Proklamasi 17 Agustus 1945 hingga diketahui masyarakat luas.
Kini, 81 tahun setelah Indonesia merdeka, medan perjuangan pers berubah. Wartawan tidak lagi berhadapan dengan penjajahan fisik, tetapi menjalankan fungsi kontrol sosial untuk memastikan kekuasaan tetap diawasi dan kepentingan masyarakat tidak terabaikan.
Namun, di tengah momentum HUT ke-81 RI, muncul sindiran dari kalangan wartawan di Kabupaten Bangka. Ketika pers disebut sebagai pilar keempat demokrasi, perhatian pemerintah terhadap insan pers dinilai tidak selalu berjalan searah dengan pentingnya peran tersebut.
Sindiran itu disampaikan Ketua PWI Kabupaten Bangka sekaligus Ketua Pokja Wartawan Bangka, Ardam, saat organisasi yang dipimpinnya membagikan Paket Sembako Kemerdekaan kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).
Paket sembako tersebut diberikan kepada wartawan yang tergabung dalam PWI Bangka, Pokja Wartawan Bangka, serta sejumlah wartawan di luar organisasi.
“Untuk merayakan HUT RI ke-81 kita hanya ada kegiatan bagikan paket sembako kepada wartawan tergabung di PWI Bangka, Pokja Wartawan Bangka, ada juga beberapa wartawan di luar organisasi kita. Paket sembako ini kita namakan paket sembako kemerdekaan, mengingat momentum saat ini,” ujar Ardam.
Bagi Ardam, bantuan tersebut mungkin tidak seberapa. Namun, setidaknya menjadi bentuk perhatian kepada para wartawan yang selama ini menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.