
Algafry juga menyebutkan, pemilih milenial sangat berpotensi menjadi penerus informasi terkait pemilu untuk kembali memgedukasi masyarakat lainnya untuk menjadi pemilih cerdas.
“Jumlah pemilih milenial atau pemula diperkirakan tahun ini membeludak. Artinya, edukasi dan pengetahuan politik harus diberikan kepada pemilih pemula ini agar lebih mengerti politik. Intinya tugas bersama untuk mengajak masyarakat memilih di TPS,” tutupnya.
Ditempat yang sama, Kepala Bakesbangpol Bangka Tengah Samsul Komar menyebutkan, peserta Pendidikan Politik kebanyakan dari SMA/SMK sederajat dimana nanti juga akan disisir pemilih muda yang lainnya di setiap kecamatan.