
Algafry juga menyebutkan, perpustakaan ini juga mengikuti standar digitalisasi dari perpustakaan nasional. Bahkan ada ruang baca digital untuk masyarakat lebih mudah mendapat informasi.
Algafry juga mengungkapkan, gedung perpustakaan yang lama akan dijadikan cagar budaya karena merupakan peninggalan zaman belanda yang nanti diserahkan ke Disparbudpora.
“Nanti gedung lama kita jadikan cagar budaya dan akan diserahkan ke Disparbudpora Bangka Tengah untuk mengelola. Intinya kita akan berikan fasilitas baca yang baik untuk masyarakat, ” ungkapnya.
Algafry berharap dengan dibangunnya gedung perpustakaan daerah ini, bisa menambah minat baca dan pengetahuan masyarakat.