
“Kehadiran angkutan ini bisa untuk memperlancar mobilitas sehari hari warga antar desa di Kecamatan Lepar,” ujarnya.
Selain untuk membantu mobilitas selama lebaran kemarin, layanan ini juga dioptimalkan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat yang ingin pulang kampung maupun berkunjung ke sanak keluarga. Bahkan, keberadaan angkutan perintis turut membantu menjaga kelancaran arus transportasi di wilayah kepulauan.
Lebih lanjut, ia menyebutkan, untuk tarif satu kali jalan ke desa tujuan hanya membayar Rp7 ribu saja. Mobil ini juga beroperasi setiap hari, agar memudahkan masyarakat baik pada saat lebaran kemarin maupun usai lebaran dan tarifnya juga masih sama.