
“Kami tidak tau atasan yang mana dan kami minta tolong kepada dinas terkait sudah kepepet waktunya, seandainya kalau dikasih tau 2 hari sebelum hari H, kami tidak dapat stand didalam area acara pesona kemilau Bangka Selatan ini, maka kami akan memperbaiki warung kami semula berjualan, ” lanjutnya.
Ia sesalkan pemberitahuan tersebut sudah mendekati hari H sehingga pihaknya tidak tahu harus berbuat apa lagi.
“Kalau tidak bisa, harusnya dari awal ngomong tidak bisa,” sedapnya.
Istrinya, Erni menambahkan sempat menanyakan ke pejabat dinas pariwisata Bangka Selatan namun langsung kabur.
“Aku bertanya sama Pejabat Dinas Pariwisata Bangka Selatan, jadi apa tidak aku membuka warung dibelakang, tau tau tanpa jawaban dia langsung lari. Aku tanya kepihak Dinas Koperasi, UMKM dan perdagangan Bangka Selatan jawabnya tidak tau, jadi aku bingung mau bagaimana, ” kata Erni.