Pasar Modern Masih Tutup, Pedagang Buka Pasar Dadakan

    Foto: Suasana pasar dadakan di depan Pasar Modern Koba.(Erwin/intrik.id)

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Usai lebaran idul fitri 1443H, Pasar Modern Koba terpantau masih tutup dan nampak lenggang. Namun, sebagian pedagang masih ada yang berjualan dengan alternatif membuka pasar tumpah atau dadakan.

    Terlihat pasar dadakan ini sudah diburu pembeli sejak pagi hari. Namun dalam pasar ini hanya menjual bahan-bahan masakan dan sayur-sayuran saja.

    Di pasar ini beberapa harga bahan pangan mengalami penurunan seperti cabai kecil yang sebelumnya Rp 80 ribu perkilo saat ini dijual Rp 60 ribu, sementara cabai besar sebelumnya Rp 70 ribu perkilo saat ini menjadi Rp 60 ribu perkilo.

    Salah satu pedagang, Iskandar yang sudah menjadi pedagang selama puluhan tahun mengaku pasar tumpah atau dadakan ini memang baru buka 3 hari usai lebaran.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Pasar Modern Koba ini memang masih tutup, insyaallah kembali buka dan aktif besok. Sehingga alternatif yang bisa dilakukan, yakni membuka pasar tumpah dan memang rutin dilakukan setiap tahun,” ujarnya, Kamis (5/5/2022).

    Dikatakan Iskandar meski stok pangan belum banyak dan menipis, tetapi antusias pembeli masih banyak.

    “Alhamdulillah untuk pembeli lumayan ramai dan harga bahan pangan ini memang mengalami penurunan, tapi stok yang ada juga menipis, karena belum datang,” tuturnya.

    Sementara itu, salah satu pembeli Dewi mengatakan sedikit mengalami kesulitan dalam berbelanja bahan pangan, karena Pasar Modern Koba terpantau masih belum aktif seperti hari-hari biasanya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Memang agak kesulitan dalam berbelanja, karena Pasar Modern Koba masih tutup, tapi lumayan terbantu dengan adanya pasar tumpah atau dadakan yang berada di luar pasar Koba itu sendiri,” ujar Dewi.

    “Meskipun saya akui tidak semua kebutuhan tersedia, tapi untuk bahan masakan hari ini insyaallah cukup dan memang stok seperti bawang merah tidak ada, sedangkan bawang putih masih ada tapi mahal dan untuk sayuran juga mahal, tapi wajarlah karena habis lebaran, jadi stabil saja untuk harga,” tambahnya.

    Dewi mengaku sudah bosan dengan menu khas lebaran, seperti rendang dan lainnya sehingga memilih untuk berbelanja sayur mayur.

    “Sudah bosan dengan menu lebaran, mau menetralisir makanan yang berminyak-minyak kemarin, jadi hari ini mau masak lempah darat, karena kalau orang Bangka memang habis lebaran maunya yang lempah-lempah,” ungkapnya.

    Laporan wartawan intrik.id/Erwin

    Mungkin Suka Ini juga:
    Kapolres Bangka Tengah Gandeng Wartawan, Call Center 110 Jadi Garda Terdepan Layanan Darurat untuk Warga

    Kapolres Bangka Tengah Gandeng Wartawan, Call Center 110 Jadi Garda Terdepan Layanan Darurat untuk Warga

    Inflasi Babel Tetap Tenang di Tengah Cuaca Ekstrem, Bank Indonesia Perkuat 11 Langkah Pengendalian Harga

    Inflasi Babel Tetap Tenang di Tengah Cuaca Ekstrem, Bank Indonesia Perkuat 11 Langkah Pengendalian Harga

    KOBALORASI #4 Siap Guncang Alun-Alun Koba! Lima Malam Penuh Hiburan, UMKM, hingga Jejak Sejarah Kota

    KOBALORASI #4 Siap Guncang Alun-Alun Koba! Lima Malam Penuh Hiburan, UMKM, hingga Jejak Sejarah Kota

    26 Anak Muda Digembleng Jadi Barista, Bangka Tengah Bidik Lahirnya Pengusaha Kopi Baru

    26 Anak Muda Digembleng Jadi Barista, Bangka Tengah Bidik Lahirnya Pengusaha Kopi Baru

    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Berawal dari Rumah, Rizky Parfume Kini Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan

    Berawal dari Rumah, Rizky Parfume Kini Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan