
Melalui amanat tersebut disampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia.
Tema yang diangkat tahun ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi perekat keberagaman bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki relevansi global sebagai fondasi dalam membangun perdamaian dunia di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian yang dihadapi masyarakat internasional.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” kata Harry Budi Sidharta saat membacakan amanat Kepala BPIP.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga perdamaian dunia sebagaimana amanat konstitusi. Nilai-nilai musyawarah, persatuan, dan kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila dinilai menjadi modal penting bagi bangsa Indonesia untuk berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih damai dan berkeadilan.