
“Tahun lalu kami mendapat bantuan freezer box yang sangat membantu penyimpanan stok produk. Selain itu, produk kami juga sering dipromosikan melalui pameran dan media sosial PT Timah,” ujarnya.
Kondisi serupa juga dialami Pipiet Pantiaw Pitriningsih, pelaku usaha makanan olahan yang telah menjadi mitra binaan PT Timah sejak 2017. Dalam kegiatan yang sama, usahanya menerima pesanan 150 bungkus produk kemasan setengah kilogram.
Ia mengaku saat ini pelaku UMKM menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain penurunan daya beli masyarakat, kenaikan harga bahan baku turut menekan biaya produksi.
“Penjualan memang sedang turun. Harga bahan baku naik sehingga harga jual ikut naik dan akhirnya daya beli masyarakat berkurang,” ungkapnya.
Meski demikian, Pipiet menilai kemitraan dengan PT Timah membantu memperluas pasar produknya. Selain menerima pesanan, ia juga beberapa kali difasilitasi mengikuti bazar dan pameran di berbagai daerah.