
“Anak-anak yang berkunjung didampingi oleh guide sejarah supaya mereka tahu tentang sejarah dan cagar budaya, seperti tugu kemerdekaan, rumah residen dan tugu nol kilometre. Nanti diberikan pengatahuan sejarah berkaitan dengan itu,” ucap Yuniar.
Yuniar menyebut, Pangkalpinang juga akan memiliki panggung literasi untuk mendukung pengembangan literasi. Hal ini didukung oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkalpinang sekaligus menyambangi sekolah-sekolah untuk berkunjung dan menambah wawasan pengetahuan ke perpustakaan.