Monkeypox Mulai Mengancam, Hindari Hewan-hewan Ini

    Foto: ist

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Penyakit cacar monyet (monkeypox) yang telah menginfeksi beberapa negara di dunia yang membuat dunia medis kembali was-was.

    Bahkan, World Health Organization (WHO) menetapkan cacar monyet dengan status darurat kesehatan global yang telah menginfeksi setidaknya 74 negera di dunia.

    Walaupun begitu, virus tersebut dapat membuat kulit manusia menjadi ruam dan gatal-gatal l. sampai saat ini masih ahli masih menduga bahwa cacar monyet sudah masuk Indonesia namun belum terdeteksi.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Mukhrim mengungkapkan, wabah monkeypox ini tidak jauh berbeda dengan wabah virus smallpox.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Diketahui, smallpox adalah penyakit cacar yang disebabkan oleh virus variola yang telah eradikasi (pemusnahan total-red) atau sembuh secara keselurahan pada tahun 1980 silam.

    “Monkeypox dan smallpox ini tidak jauh berbeda, sama-sama penyakit cacar dari virus yang ada di binatang,” ucap Mukhrim kepada intrik.id Senin (8/8/2022).

    Kata dia, virus monkeypox ini dibawa oleh monyet dan hewan-hewan pengerat seperti tikus, tupai, hamster dan lain sejenisnya.

    Oleh karena itu, jika hewan-hewan tersebut terinfeksi dan ada orang memeliharanya, maka potensi untuk tertular penyakit cacar monyet sangatlah besar.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Makanya, untuk saat ini hindari dulu melakukan kontak ataupun memelihara hewan-hewan tersebut, karena kita belum bisa mengidentifikasi secara pasti bagaimana ciri-ciri hewan yang terinfeksi virus cacar monyet,” ungkapnya.

    Mukhrim berujar, penyakit monkeypox tersebut bermula dari negara-negara di Benua Afrika yang beruntungnya sampai saat ini belum masuk ke Indonesia.

    Untuk mencegah penyakit tersebut masuk ke Indonesia, dirinya mengimbau agar masyarakat senantiasa menerapkan Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS).

    “Kalau memang sudah terlanjur memelihara hewan-hewan yang disebutkan tadi, alangkah baiknya jika selesai melakukan kontak, langsung cuci tangan dan segera membersihkan diri,” imbaunya.

    Lanjut Mukhrim, dari hasil sosialisasi yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan RI, diketahui bahwa gejala cacar monyet ini diawali dengan demam mencapai suhu 38⁰C sampai 39⁰C dan munculnya ruam-ruam merah yang biasanya paling banyak terjadi pada bagian muka, telapak tangan dan telapak kaki.

    “Secara umum cacar monyet ini sama seperti cacar pada umunya. Tapi kalau diliat dari hasil pemeriksaan laboratorium, tentu para dokter bisa membedakan mana yang cacar biasa dan mana yang cacar monyet,” jelasnya.

    Kata dia, dari beberapa kasus yang telah terjadi diberbagai belahan dunia, terkhususnya di Benua Afrika, virus cacar monyet ini bisa menyebabkan kematian meskipun presentasenya cukup kecil.

    “Presentasenya cukup kecil, mungkin sekitar 1-3 persen saja. Sedangkan untuk tingkat kesembuhannya tergolong cukup besar tergantung dari tingkat imunitas tubuh,” ujarnya.(Erwin)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Sudah Punya Cicit, H. Rose Masih Rutin Ikut Senam Sehat

    Sudah Punya Cicit, H. Rose Masih Rutin Ikut Senam Sehat

    Bukan Sekadar Fogging, PT Timah dan Warga Kundur Barat Bersatu Cegah DBD Sebelum Ada Korban

    Bukan Sekadar Fogging, PT Timah dan Warga Kundur Barat Bersatu Cegah DBD Sebelum Ada Korban

    PT Timah Ingatkan Karyawan Waspadai Sindrom Metabolik, Penyakit yang Dijuluki Bom Waktu

    PT Timah Ingatkan Karyawan Waspadai Sindrom Metabolik, Penyakit yang Dijuluki Bom Waktu

    Jawab Kebutuhan Warga Pulau, PT Timah Resmikan Klinik Modern di Kundur

    Jawab Kebutuhan Warga Pulau, PT Timah Resmikan Klinik Modern di Kundur

    Habiskan Rp9 Miliar per Tahun, UHC Bangka Tengah Hampir 100 Persen

    Habiskan Rp9 Miliar per Tahun, UHC Bangka Tengah Hampir 100 Persen

    Warga Merawang Terbantu Dengan Program Mobil Sehat

    Warga Merawang Terbantu Dengan Program Mobil Sehat