Moderasi Beragama Adakah di Dalam Islam ?

    Foto: Nurul Aryani.

    Dalam dokumen yang dikeluarkan RAND corp juga dipetakan kaum muslim berdasarkan pemahaman dan sikap mereka dan dibenturkan antara satu dengan lainnya. Demikian di negeri muslim akan lumrah jika islam moderat masuk maka akan bersamaan juga dengan sikap saling tuduh menuduh, curiga dan ketegangan antara kelompok islam. Karena demikianlah yang diinginkan Amerika. Ini juga menunjukkan fakta bahwa tidak semua kelompok muslim mengusung dan ikut andil dalam program ini, sebagian lain diduga justru mendapat tuduhan tidak moderat atau bahkan tidak toleran, islam garis keras, dan lain sebagainya.

    Keinginan Jujur

    Keinginan Amerika dalam membangun jaringan moderat atau moderisasi beragama di negeri kaum muslimin juga secara jujur diucapkan pada tahun 2004 oleh Daniel Pipes, pendiri Middle East Forum yang juga dikenal sebagai tokoh sentral industri Islamophobia menulis sebuah artikel berjudul “Rand Corporation and Fixing Islam”. Dalam tulisannya tersebut, Pipes mengaku senang. Cita-cita besarnya untuk “mengotak-atik” ajaran Islam berhasil disusun sebagai sebuah strategi besar oleh Cheryl Benard (salah satu penyusun dokumen “Membangun Jaringan Muslim Moderat”)

    “Tujuan jangka pendek dari perang ini haruslah untuk menghancurkan Islam militan, namun tujuan jangka panjang dari perang ini adalah modernisasi Islam.” (Daniel Pipes).

    Modernisasi islam adalah sebuah misi besar bagi Amerika untuk memberikan opsi lain dalam beragama, yakni lebih moderat, lebih terbuka akan nilai-nilai yang bertentangan dengan islam. Ini dialurkan begitu rapih oleh Amerika melalui lembaga-lembaga mereka seperti PBB untuk dijalankan oleh negara-negara muslim dengan penuh keseriusan.

    Kenapa Moderasi Harus Dipersoalkan ?

    Demikian jelaslah bahwa moderasi beragama yang berasal dari luar islam bukanlah tuduhan tanpa landasan. Kita bisa menemukan dalam banyak literatur yang menjelaskan secara gamblang atau bahkan pidato “pejabat” Amerika yang dengan jujur mengakui keinginan mereka kepada Islam. Beberapa hal mendasar kenapa moderasi dipersoalkan adalah :

    Pertama, moderasi agama menimbulkan ketegangan dan jarak antar kelompok islam. Adanya politik belah bambu di tubuh kaum muslimin, dimana yang satu diangkat sementara yang lainnya diinjak. Rand corporation dalam dokumen mereka yang dirilis 2007 lalu telah membagi muslim menjadi empat kategori besar yakni fundamentalis, tradisonalis, modernis, dan sekularis.

    Rand corporation juga menetapkan strategi untuk mengadu domba satu kelompok dengan kelompok lainnya, dimana barat memberikan dukungan dan sanjungan kepada kelompok yang mau mengambil ide mereka dan menyerang kelompok lain yang tidak mau bekerjasama menjalankan keinginan mereka. Dalam dokumen Rand Corp, Amerika juga dirancang untuk mendekatkandiri dengan kelompok yang potensial di negeri kaum muslimin yang akan menjadi partner mereka dalam menyebarkan ide-ide islam moderat, juga sebagai tangan mereka untuk menyikapi kelompok islam yang mereka petakan menolak ide ini.

    Demikian, ketegangan antar kaum muslimin akan meningkat, rawan terjadi saling tuduh dan saling tuding, bahkan persekusi terhadap kelompok lain yang mereka anggap tidak modern atau tidak bersikap moderat. Jika demikian persatuan akan semakin jauh, padahal disatu sisi kaum muslimin diminta toleran terhadap agama lain sementara terhadap kelompok atau ormas dari agama islam sendiri malah bersikap tidak toleran akan perbedaan pandangan. Sungguh, muslim sejati tidak akan mau memusuhi muslim lain. Karena islam mengajarkan untuk saling menyayangi sesama muslim bahkan diibaratkan satu tubuh. Memecah belah bukanlah sikap seorang muslim yang baik.

    Kedua, menjauhkan muslim dari islam yang dibawa Rasulullah Saw., dan menerima nilai bertentangan dengan islam. Islam moderat bukan hanya sekedar gaya hidup rukun dan toleran. Muslim moderat yang diinginkan adalah mereka yang menerima dan mendukung nilai-nilai demokrasi seperti hak asasi manusia (HAM), kesetaraan jenis, kebebasan beragama, pluralisme, hukum sekular, dan menolak terorisme serta kekerasan (Angel Rabasa dkk, Building Moderate Muslim Networks (Santa Monica: RAND Center for Middle East Public Policy, 2007) hlm. 66).

    Gambaran Orang Islam moderat secara rinci adalah mereka yang menerima pandangan para feminis muslim (semisal Fatema Mernissi, Asma Barlas, Amina Wadud) serta terbuka kepada paham pluralisme agama dan dialog antar mereka juga mau membela hak-hak perempuan dalam soal perkawinan, seks, kesehatan (khitan, kontrasepsi, aborsi, lesbianisme), ekonomi dan politik.

    Dari ciri muslim moderat diatas banyak sekali yang justru bertentangan dengan islam yang dibawa Rasul Saw. Pluralisme agama menyamakan semua agama sama, padahal setiap agama berbeda dalam menganggap Tuhan dan berbeda pula ajarannya. Menganggap semua agama sama dapat merusak aqidah muslim. Muslim moderat juga diharuskan lebih terbuka terkait permasalahan seks yang diharamkan seperti aborsi bahkan lesbianisme yang jelas sekali tidak dibolehkan islam. Kebebasan beragama juga tidak dikenal oleh islam. Setiap muslim terikat dengan aturan Allah, hidupnya berstandar syariat islam. Memahami hakikat diri sebagai hamba Allah. Jelaslah apa yang dilontarkan barat terkait profil muslim moderat sangatlah berbahaya bagi seorang muslim. Karena dapat menjerumuskannya pada ajaran barat yang padahal mereka bukanlah muslim dan tidak belajar islam. Mereka hanya merancang moderasi beragama demi tujuan politis mereka sebagai penganut dari ideologi sekuler-liberal yang menganggap ideologi islam sebagai rival mereka yang harus mereka tundukkan, salah satunya dengan cara moderasi beragama yang diharapkan lebih diterima kaum muslimin setelah sebelumnya mereka melakukan strategi war on terorism yang gagal dan tertolak sebab telah secara brutal menuduh islam dan negeri kaum muslimin sebagai tempat terorisme.

    Pages: 1 2 3
    Tagged with:
    Islamopini
      Ikuti kami di Facebook