
MediaTek telah meningkatkan dukungannya terhadap pembaruan perangkat lunak, namun, karena keragaman produk yang lebih besar dan struktur pasar yang berbeda, pembaruan seringkali tidak secepat Snapdragon.
Pembaruan perangkat lunak bisa menjadi masalah terutama untuk perangkat dengan chipset MediaTek yang lebih rendah.
Perbandingan diatas membuat kedua chipset memiliki nilai lebih dan kurangnya masing-masing. Chipset Qualcomm menawarkan kinerja yang lebih cepat dan juga hemat baterai. Akan tetapi harganya lebih mahal sehingga harga ponselnya pun juga lebih tinggi.
Sedangkan MediaTek memiliki kinerja yang terbilang masih sedikit kalah dari chipset pesaingnya satu ini. Selain itu chipset ini juga lebih boros baterai sehingga daya baterai bisa cepat habis. Namun harganya lebih murah sehingga tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak uang.
Dari perbandingan Qualcomm dan MediaTek ini tentu kita bisa memutuskan untuk memilih yang mana. Pilihan antara keduanya seringkali tergantung pada prioritas dan kebutuhan spesifik pengguna atau produsen perangkat.
Bagi konsumen, prosesor Qualcomm sering kali menjadi pilihan utama dalam perangkat high-end, sementara MediaTek sering menjadi pilihan dalam perangkat yang lebih terjangkau. Meskipun begitu, persaingan antara keduanya telah mendorong inovasi dan peningkatan terus-menerus dalam industri prosesor mobile.