
MediaTek berasal dari Taiwan dan didirikan pada tahun 1997. Mereka awalnya terkenal dengan memproduksi chipset untuk perangkat nirkabel dan telekomunikasi. MediaTek kemudian memasuki pasar prosesor mobile dengan chipsets seperti Helio series.
Perbandingan selanjutnya yaitu dari varian chipset hasil produksi kedua perusahaan tersebut. Qualcomm menawarkan prosesor bernama Snapdragon yang juga memiliki beberapa pilihan produk. Mulai dari seri 200, 400, 600, dan 800 yang ditujukan untuk kelas tertentu.
Sementara itu MediaTek menawarkan dua seri chipset yaitu Dimensity dan juga Helio. Mediatek Dimensity seperti 9200, 9000, 8200, 1300, 1100, 7200, 1050, 8000, 8100, dan lainnya. Helio seperti G95, G96, G85, P70, P20, A25, A22, P10, dan masih banyak lagi.
MediaTek terus megembangkan prosesor dengan inti ganda untuk meningkatkan kinerja ponsel. Sedangkan Qualcomm lebih fokus untuk menghasilkan prosesor dengan kecepatan yang lebih tinggi. Mereka juga meningkatkan jumlah core pada produk prosesornya agar tidak kalah.
Perbandingan Qualcomm dan MediaTek selanjutnya yaitu dari ada tidaknya VRAM. Chipset MediaTek banyak yang dibekali dedicated VRAM seperti pada komputer. Sedangkan Qualcomm tidak memiliki dedicated VRAM dan menggunakan RAM inti dari ponsel.
Dalam hal performa untuk multitasking kedua chipset ini sebenarnya tidak jauh berbeda. Keduanya mampu memberikan performa yang handal dan terbaik untuk multitasking pada smartphone. Dengan begitu maka pengguna ponsel bisa lebih nyaman selama menggunakan ponselnya.
Perbandingan Qualcomm dan MediaTek selanjutnya dari kinerjanya yang lebih cepat kinerja chipset Qualcomm. Namun bukan berarti kinerja chipset MediaTek baik Helio maupun Dimensity lembat. Keduanya juga cukup cepat namun chipset dari Qualcomm yang hasilnya lebih memuaskan.
GPU merupakan komponen utama yang memiliki fungsi untuk mengolah grafis pada ponsel. Performa GPU dari Qualcomm memiliki kualitas yang lebih baik dalam merender grafis. Meskipun begitu chipset ini membutuhkan RAM yang terbilang tidak sedikit pula.
Sedangkan performa GPU dari MediaTek biasanya lebih lemah daripada chipset Qualcomm. Namun kebalikan dari Snapdragon, chipset ini membutuhkan alokasi RAM yang lebih rendah. Sehingga ukuran RAM ponsel tidak perlu terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil.
MediaTek sering menjadi pilihan untuk ponsel low-end sedangkan Qualcomm untuk ponsel menengah ke atas. Harga chipset MediaTek juga lebih ekonomis sedangkan harga Qualcomm lebih mahal. Hal tersebut tentunya bisa memengaruhi harga ponsel yang menggunakannya.
Penggunaan baterai dari chipset Qualcomm biasanya lebih hemat atau lebih sedikit. Sementara itu penggunaan baterai ponsel yang menggunakan chipset MediaTek terbilang lebih boros. Sehingga baterai ponsel yang menggunakan chipset ini harus berkapasitas lebih besar.
Karena popularitas Snapdragon di berbagai perangkat Android, Qualcomm memiliki dukungan yang kuat dari komunitas pengembang dan produsen perangkat. Ini membuat pembaruan perangkat lunak cenderung lebih konsisten dan cepat.
Qualcomm juga berkolaborasi dengan Google untuk mendukung inisiatif Android seperti Project Treble, yang mempermudah pembaruan perangkat lunak.