
Menyambung keterangannya mengenai
Kelebihan stok BBM bersubsidi nelayan jenis solar, narasumber Internal juga menyampaikan dari jumlah stok BBM jenis solar masuk di tiga SPBN bulan Desember 2025.
“Rata – rata satu SPBN itu masuk solar seminggu 3 kali dengan jumlah tonase bervariasi. Untuk bulan Desember 2025 SPBN 1 lebih kurang 217 ton , SPBN 2 lebih kurang 146 ton, SPBN 3 lebih kurang 160 ton. nah pemakaian BBM solar berdasarkan rekomendasi yang sudah terverifikasi SPBN 1 Sebanyak 182 ton, SPBN 1 Sebanyak 106 ton, SPBN 3 sebanyak 143 ton. Dapat dibayangkan pada bulan Januari 2025 sampai November 2025 kalau rekomendasi tidak layak terbit sebanyak 124 itu BBM bersubsidinya dikeluarkan, kemana minyak tersebut? Kalau dijual keluar sudah tentu pihak yang bermain meraup keuntungan besar, namun program BBM bersubsidi nelayan dirugikan,” tutupnya.