
Lebih lanjut narasumber Internal menyebutkan ratusan rekomendasi yang tidak sesuai fakta itu berdasarkan validasi dari bulan November – Desember 2025.
“Hasil validasi fakta lapangan dari data rekomendasi bulan November 2025 sebanyak 687 , setelah dilakukan pemeriksaan yang layak menerima rekomendasi 563. Jadi 124 rekomendasi pada bulan November itu sangat layak untuk dipertanyakan sampai keluar rekomendasinya?,” ungkap sumber internal.
Bukan hanya soal rekomendasi yang tidak layak diterbitkan, narasumber Internal menyampaikan dampak dari validasi rekomendasi beberapa SPBN di Sungailiat mengalami kelebihan stok BBM jenis solar.
“Jadi setelah diperketat pemberian rekomendasi tiga SPBN di Sungailiat pada bulan Desember 2025 kelebihan stok BBM bersubsidi nelayan jenis solar. Kita sebut saja SPBN 1 kelebihan stok 35 ton , SPBN 2 kelebihan stok 40 ton, SPBN 3 kelebihan stok 17 ton . Total kelebihan stok BBM jenis solar dari tiga SPBN itu bulan Desember 2025 lebih kurang 92 ton. Nah muncul pertanyaan mau dikemanakan kelebihan stok BBM jenis solar itu? Mau buat rekom fiktif sudah tentu bermasalah dan pihak berwenang tidak mungkin berani, apalagi kondisi saat ini pihak kejaksaan terus mendalami dugaan penyelewengan BBM bersubsidi nelayan,”jelasnya.