
” Tadi ada rencana pertemuan dengan Pemda Provinsi Babel jadwal pukul 13 : 00 WIB, tapi begitu kami datang ke muara pukul 13 : 15 WIB sudah bubar. Padahal kami ingin menyampaikan aspirasi nelayan kami . Kami rasakan yang mampu melakukan pengerukan muara selam empat bulan saat musim utara tidak ada kecelakaan laut ( Perahu pecah – red )pihak swasta PT Anugerah Pasir Berkah. pada saat itu gubernur Babel Erzaldi , nah PJ Gubernur saat ini aktivitas PT APB disetop , kami HNSI, SNNU, KNPIS, Laskar Pesisir meminta PJ Gubernur untuk meneruskan lagi pengerukkan alur muara oleh pihak PT APB. Tiga kali kami bersurat dengan PJ Gubernur tidak ada tanggapan, tanggal 2 Agustus 2023 kita sudah siap Demonstrasi,”pungkasnya.
Sementara itu Kelompok Nelayan Pengusaha Ikan Sungailiat ( KNPIS ). Melalui ketua KNPIS Slamet Riyadi menyampaikan, pihaknya akan melakukan demonstrasi bersama nelayan dan organisasi terkait.
” Surat edaran dikeluarkan KKP sangat tidak memihak kepada nelayan dan pengusaha ikan. Dalam SE KKP perizinan pukul rata tidak menghitung kondisi nelayan di Babel. Nelayan Babel tidak ada lagi menangkap ikan dibawah 12 mil semuanya diatas 12 mil. Perahu digunakan 5 GT sampai 30 GT. Tanggal 2 Agustus 2023 kita bersama Nelayan, HNSI, SNNU, Laskar Pesisir, KNPIS akan gelar Demonstrasi,”ujarnya.
Menurut Slamet Riyadi jika nelayan melaut diatas 12 mil, tidak boleh gunakan BBM bersubsidi harus pakai BBM non subsidi dan wajib menggunakan alat Navigasi.