
“Kalau nelayan tangkap ikan diatas 12 mil perizinannya harus KKP pengurus sangat sulit. lebih parah lagi tidak boleh lagi pakai BBM subsidi harus pakai non subsidi. Banyangkan kalau menggunakan BBM Industri yang harganya terlalu tinggi. Kalau gunakan BBM non subsidi akan menambah biaya operasional. Nelayan harus gunakan alat navigasi, nelayan bisa dimonitor dilaut. Alat tersebut sangat mahal, dibebankan kepada nelayan. Alat navigasi harus diaktifkan saat pergi dan pulang melaut. Kondisi nelayan Dilaut sulit belum lagi muara dangkal,” tutupnya.