Maret 2025, Bangka Belitung Alami Inflasi

    Caption: Kepala Perwakilan BI Provinsi Bangka Belitung, Rommy S Tamawiwy.

    “Berdasarkan informasi dari Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMII) diketahui bahwa sekitar 400 ha lahan bawang merah terendam banjir di Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah. Hal ini juga turut berdampak terhadap Bangka Belitung yang tergantung pada pasokan dari sentra produksi bawang merah di luar pulau,” ungkapnya.

    Ia mengatakan secara spasial, Kabupaten Bangka Barat tercatat mengalami inflasi bulanan tertinggi yaitu sebesar 3,13 persen (mtm). Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yaitu tarif listrik, bawang merah dan udang basah. Diikuti oleh Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Belitung Timur yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 1,78 persen (mtm) dan 1,04 persen (mtm). Selanjutnya, Tanjungpandan tercatat sebagai daerah dengan inflasi bulanan terendah yaitu sebesar 0,82 persen (mtm). Komoditas dominan yang memberikan andil inflasi di Tanjungpandan yaitu tarif listrik, bawang merah dan ketimun.

    “Selanjutnya, secara tahunan Kota Pangkalpinang tercatat mengalami inflasi tertinggi yakni sebesar 1,39 persen dengan komoditas utama yang memberikan andil inflasi yaitu Sigaret Kretek Mesin (SKM), kopi bubuk dan angkutan udara. Diikuti oleh Kabupaten Belitung Timur dan Kabupaten Bangka Barat yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 1,33 persen (yoy) dan 0,88 persen (yoy). Selanjutnya, Tanjungpandan tercatat sebagai daerah dengan inflasi tahunan terendah yaitu sebesar 0,71 persen (yoy). Komoditas dominan yang memberikan andil inflasi di Tanjungpadan yaitu Sigaret Kretek Mesin (SKM), bawang merah dan ikan kembung,” terangnya.

    Lebih lanjut, Rommy menambahkan Bank Indonesia terus bersinergi dengan TPID dan mitra strategis lainnya dalam menjaga inflasi pada rentang yang rendah dan stabil khususnya selama bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H. Hal ini sebagai bentuk dukungan Bank Indonesia dan TPID terhadap tiga langkah strategis pengendalian inflasi yaitu menjaga inflasi 2025 pada kisaran sasaran nasional 2,5±1 persen dalam rangka mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi, menjaga inflasi harga bergejolak dalam kisaran 3,0-5,0 persen dan memperkuat koordinasi pusat dan daerah dengan penyusunan Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025-2027. Kerangka kebijakan 4K dalam pengendalian inflasi yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif akan terus diperkuat.

    Dalam rangka mendukung keterjangkauan harga bahan pokok khususnya selama bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idulfitri, telah dilaksanakan ±12 kali sidak pasar di seluruh wilayah di Bangka Belitung yang dipimpin oleh Kepala Daerah maupun oleh perwakilan instansi terkait. Sidak ini dilakukan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat agar tidak khawatir terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok. Selain itu, Bank Indonesia juga turut mendukung penyelenggaraan Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diorkestrasi oleh Pemerintah Provinsi. Disisi lain, Bank Indonesia juga terus memantau perkembangan harga secara harian melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dapat dimanfaatkan dalam memonitor perkembangan harga pangan secara realtime.

    Pada kerangka ketersediaan pasokan, Bank Indonesia terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait. Selama bulan Maret 2025 setidaknya telah dilaksanakan kegiatan operasi pasar sebanyak 47 kali di seluruh wilayah di Bangka Belitung, baik yang diorkestrasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, inisiatif dari masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota maupun kegiatan operasi pasar yang merupakan arahan dari Badan Pangan Nasional yang berlokasi di kantor PT Pos Indonesia di Bangka Belitung. Bank Indonesia senantiasa mendukung kegiatan operasi pasar dengan memfasilitasi distribusi pangan bagi distributor sehingga bahan pokok yang dijual di kegiatan operasi pasar lebih murah dibandingkan harga pasar. Melalui dukungan tersebut, diharapkan pelaksanaan operasi pasar murah menjadi lebih optimal dan memberikan manfaat secara meluas bagi masyarakat.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook