
Rektor termuda itu juga selalu menyisipkan mata kuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan di semester awal sebagai benteng mahasiswa dari paham radikalisme.
“Kami juga memiliki mata kuliah keunggulan UBB dan peradaban. Di situ juga mengajarkan agar bibit-bibit radikalisme harus dihilangkan. Pada intinya, kami terus mendorong kegiatan rutin untuk mendorong semangat berbangsa dan bernegara,” ucap Ibrahim.
Selain itu, pihaknya juga berkerjasama dengan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta instansi pemerintah terkait lainnya dalam memberantas gerakan radikalisme dan terorisme.