
BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Bagi para nelayan tangkap, BBM merupakan sesuatu yang primer. Tanpa BBM sangat sulit nelayan melakukan aktifitasnya, namun apa jadinya jika aturan diterapkan tidak sama.
Secara aturan nelayan bisa mengambil BBM apabila sudah mengantongi Surat Persetujuan Berlayar ( SPB ), Pas Besar/Pas kecil, SIPI/TDKP. Menurut ketua LSM KPMP Suhendro Khusus di Kabupaten Bangka, pihaknya mencium aroma kejanggalan penyaluran BBM jenis Solar untuk nelayan.
“Awalnya kita mendapatkan keluhan dari nelayan pelabuhan Jelitik dan Parit Pekir. Mereka merasa aturan diterapkan tidak sama dalam mendapatkan Surat Rekomendasi Pembelian BBM (solar) di SPDN/SPBUN yang ada di Kabupaten Bangka, dimana untuk SPDN/SPBUN di area wilayah PPN Sungailiat harus memiliki SPB terlebih dahulu sedangkan di SPDN Rebo, Nelayan 2 dan Batu Dinding Belinyu tidak seperti itu. Nah kondisi ini patut menjadi catatan kami ada apa ini,” kata Suhendro, Jumat ( 16/12/2022) sore di Sungailiat.
Suhendro menyampaikan berdasarkan keluhan nelayan Parit Pekir ada perbedaan dalam sistem pengeluaran Surat Rekomendasi pembelian BBM (Solar) antara SPDN Rebo, Nelayan 2 dan Batu Dinding dengan SPDN di wilayah PPN Sungailiat.