
Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan, mengatakan metode pembelajaran interaktif dipilih agar generasi muda lebih mudah memahami pentingnya pengelolaan lingkungan.
“Kami ingin para pelajar mengetahui bahwa kegiatan pertambangan juga dibarengi dengan tanggung jawab memulihkan lingkungan. Melalui kegiatan yang menyenangkan seperti ini, mereka bisa belajar sekaligus merasakan langsung manfaat reklamasi,” ujarnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran buku Selaras Harmoni Reklamasi PT Timah di Bumi Utara Bangka yang ditulis oleh 17 karyawan PT Timah. Buku ini mendokumentasikan perjalanan berbagai program reklamasi yang telah dilakukan perusahaan, baik di darat maupun di laut.
Bagi peserta, pengalaman belajar langsung di lapangan memberikan kesan tersendiri. Salah satunya dirasakan Rendra Rasendria, siswa kelas XI SMAN 1 Pemali.