
“Kami sudah gotong royong, bersih lingkungan, dan juga jaga lingkungan. Walau. Masih ada memang beberapa warga yang kurang peduli, namun semuanya masih bahu membahu. Mudah-mudahan sedikit demi sedikit solusi bisa ditemukan,” tukasnya.
Sementara itu, Can warga Berok yang terdampak menegaskan, banjir yang sering terjadi karena bozem (waduk) belakang pasar ya g tidak berfungsi lagi yang membuat air tidak akan surut jika tak ada mtahari.
“Biasanya hujan bagaimanapun derasnya gak terlalu dampaknya. Namun semenjak waduk belakang pasar Koba gak jalan mulai susah air surut. Hujan dikit saja sudah mulai rumah saya tergenang, ” ungkapnya.
Ia menyebutkan, bozem tak lagi berjalan setelah adanya tindakan pencurian besi yang dilakukan oknum masyarakat serta tak diutusnya aset tersebut.