
Swasembada Harus Diikuti Kesejahteraan Petani
Selain membahas lada putih, Mulyono turut menyinggung perkembangan sektor pertanian nasional. Ia menyebut nilai tukar petani (NTP) telah mencapai 132,60, peningkatan produksi beras, pemangkasan 145 kebijakan yang dinilai menghambat distribusi pupuk, serta kebijakan diskon harga pupuk sebesar 20 persen.
Namun, menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak cukup hanya diukur dari peningkatan produksi atau capaian swasembada pangan.
Kesejahteraan petani harus menjadi ukuran penting dari keberhasilan kebijakan tersebut.
“Yang lebih penting lagi, bagaimana petani hidup sejahtera? Bukan hanya predikat swasembada, tapi petani juga harus sejahtera,” katanya.
Mulyono menegaskan, HKTI memiliki tanggung jawab untuk memperkuat posisi tawar petani agar mereka tidak terus berada dalam posisi lemah di tengah rantai perdagangan hasil pertanian.
Karena itu, seluruh pengurus DPC HKTI yang baru dilantik diminta segera melakukan konsolidasi dan menyusun program kerja yang menyentuh kebutuhan nyata petani.