Krisis Ekonomi Sektor Tambang Timah, Organisasi Desak Realisasi RKAB

    Caption: Konferensi pers LSM, OKP, Ormas Desak Realisasi RKAB

    BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Kondisi perekonomian sektor pertambangan timah sedang tidak baik – baik saja, sejumlah smelter yang mengolah pasir timah menjadi balok batangan, tersandung kasus tata niaga komunitas timah. Hal tersebut berdampak kepada PHK besar – besaran pekerja smelter. Tidak beroperasinya beberapa smelter timbul masalah baru, hasil timah rakyat tidak ada pembeli, walaupun ada pembeli harganya anjlok.

    Menyikapi hal tersebut sejumlah Ormas, LSM, OKP, terdiri dari LSM KPSDA, Ormas Bemper indonesia, LSM Ampuh, OKP Garuda KPPRI , dan LSM Himpa Pucuk Idat dalam waktu dekat akan melakukan audiensi dengan
    kejaksaan Agung dan kementrian ESDM, meminta untuk segera merealisasikan Rencana Kerja Anggaran Biaya ( RKAB ).

    Pernyataan audiensi dengan pihak Kejagung dan Kementerian ESDM itu, disampaikan langsung Slamet Riyadi selaku juru bicara Ormas, LSM dan OKP saat konferensi pers, Rabu ( 1/5/2024) siang di Sungailiat.

    “Hari ini hari buruh kami terdiri dari LSM, OKP sangat prihatin terhadap krisis ekonomi sektor pertambangan timah khusus di Kabupaten Bangka. Masyarakat tergantung pada tambang timah , untuk itu pengajuan RKAB beberapa smelter kepada kementerian ESDM mohon direalisasikan. Banyak smelter tutup hingga terjadi PHK angka pengangguran bertambah. Namun masih ada smelter yang tidak tersandung kasus komunitas tata niaga timah,” kata Slamet.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Bentuk keseriusan mendukung kembali pulihnya ekonomi masyarakat sektor tambang, sejumlah Ormas , LSM, OKP itu akan melakukan audiensi kepada Kementerian ESDM dan Kejaksaan Agung agar pengajuan RKAB beberapa smelter segera direalisasikan.

    “Dalam waktu dekat kami akan audiensi kepada kementerian ESDM meminta kebijakan agar pengajuan RKAB sejumlah smelter segera direalisasikan. kalau ada masih terganjal soal kasus tata niaga komunitas timah, kami akan audiensi juga dengan pihak kejagung. Masih ada smelter yang tidak tersandung kasus itu, hari ini masyarakat tambang minta ada payung hukum yang melindungi mereka,” ungkapnya.

    Bukan hanya soal timah, menurut Slamet Riyadi pihaknya akan meminta kepada Kementerian ESDM terkait mineral zirkon yang sudah menjadi mineral strategis.

    “Nanti saat audiensi dengan pihak kementerian ESDM, kita akan membahas juga soal mineral ikutan dari timah yakni zirkon. Banyak hal yang bias soal tata kelola zirkon khususnya di Kabupaten Bangka,” tutupnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121
    Mungkin Suka Ini juga:
    Eco Brick, Upaya PT Timah dalam Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

    Eco Brick, Upaya PT Timah dalam Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

    142 Pelaku UMKM Dapat Pelatihan dari PT Timah

    142 Pelaku UMKM Dapat Pelatihan dari PT Timah

    Damkar Bangka Tertipu, Zalfika Ingatkan UU ITE

    Damkar Bangka Tertipu, Zalfika Ingatkan UU ITE

    PT Timah Salurkan Rp7 Miliar ke UMKM

    PT Timah Salurkan Rp7 Miliar ke UMKM

    10 Koperasi Sudah Terdaftar di PT Timah

    10 Koperasi Sudah Terdaftar di PT Timah

    Ratusan Angler PT Timah Ikuti Fishing Competition 2026

    Ratusan Angler PT Timah Ikuti Fishing Competition 2026

      Ikuti kami di Facebook